Nilai Konservasi Tinggi (NKT) 2.3
Komponen utama yang perlu diperhatikan dalam NKT 2.3 adalah keberadaan spesies alami sebagai perwakilan atau identitas bagi keanekaragaman hayati pada lanskap kajian. Oleh karena itu, selain telah didentifikasi sebagai NKT 1.1 dan NKT 2.2, maka kriteria lainnya yang ditemukan di areal kajian dalam penentuan NKT 2.3 adalah kawasan yang mengandung populasi top predator dan kawasan yang mengandung spesies yang memerlukan ruang habitat yang luas untuk bertahan hidup karena secara alami hidup pada kepadatan yang rendah.
Kelompok Kucing Besar (Felidae)
Seluruh jenis dari kelompok felidae termasuk spesies top predator. Jenis tersebut adalah Macan Dahan (Neofelis diardi), Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), Kucing Batu (Pardofelis marmorata) dan Kucing Merah (Ctopuma badia). Adapun kebutuhan terhadap mangsa bervariasi, dapat berupa mangsa arboreal (seperti monyet, musang, burung, bajing, tupai) atau mamalia terestrial seperti rusa, kancil, landak atau jenis lainnya yang terdapat di dalam lanskap kajian.
Kelompok Elang dan Jenis Khas Lainnya
Terdapat 10 jenis elang di areal kajian dan seluruhnya merupakan predator yang membutuhkan populasi mangsa dalam jumlah yang cukup. Elang memiliki relung habitat yang beragam yakni dari mosaik hutan utuh, tepian hutan hingga habitat yang telah terganggu. Terdapat juga kelompok spesies lainnya yang merupakan perwakilan atau identitas keanekaragaman hayati pada lanskap kajian diantaranya adalah kelompok Bucerotidae, Madi (Eurylaimidae), Ayam hutan dan Puyuh (Phasianidae).
Orangutan Kalimantan
Selain spesies top predator, ditemukan juga spesies yang memerlukan ruang habitat yang luas untuk bertahan hidup yakni Orangutan Kalimantan. Berdasarkan hasil pengamatan dan data sekunder hasil monitoring PT SJM dan WWF periode tahun 2010-2020, bahwa lokasi-lokasi ditemukannya jejak atau sarang Orangutan umumnya menyebar mengikuti sumber air (sungai) dan pakan. Selain Sempadan Sungai, lokasi yang sering dijumpai jejak sarang Orangutan di bagian utara diantaranya perbukitan Batu Tetudung, perbukitan Batu Perai, dan Perbukitan Seduhoi; sedangkan temuan lokasi sarang di bagian selatan diantaranya perbukitan Batu Kerai Kundang, Perbukitan Semangkok, Perbukitan Pintu Raja dan Perbukitan Lambaian Sirih. Orangutan merupakan salah satu spesies payung yang kebutuhan habitatnya diyakini mencakup kebutuhan spesies lainnya. Sehingga sebaran NKT 1.1, NKT 1.2 dan NKT 1.3 juga dianggap sebagai NT 2.3.
Berdasarkan justifikasi tersebut, maka di dalam areal PT SJM mengandung NKT 2.3 dengan luas HCVA sebesar 20.880,70 ha dan HCVMA 10.258,08 ha.